Jaelani Komitmen Kawal Nasib Nelayan Wakatobi

Anggota DPR RI Jaelani (depan kameja putih), saat berdialog dengan masyarakat nelayan Wakatobi

PIKIRANLOKAL.COM, WAKATOBI-Laut biru Wakatobi bukan sekadar panorama. Di balik debur ombaknya, tersimpan asa ribuan nelayan yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil laut. Aspirasi itulah yang kembali diserap Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, dalam masa resesnya awal Oktober ini.

Selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5/10), politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berkeliling di beberapa titik pesisir. Mulai dari Mola Nelayan Bakti dan Desa Wapia-pia di Wangi-Wangi Selatan, hingga ke Pulau Kaledupa, menyapa warga di Desa Balasuna Selatan, Ambeua Raya, dan Sama Bahari.

Dalam setiap tatap muka, suara nelayan mengalir deras. Mereka curhat soal alat tangkap yang minim, biaya melaut yang tinggi, dan modal usaha yang sulit diakses. Tak sedikit pula yang berharap pemerintah benar-benar berpihak pada nelayan kecil.

Jaelani menegaskan, seluruh aspirasi itu akan ia bawa ke Senayan. “Saya berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat nelayan di Wakatobi. Insyaallah kita terus diberi umur panjang untuk berjuang bagi masyarakat Sultra,” ujarnya.

Jaelani bersama warga nelayan Wakatobi

Politisi yang akrab disapa Bang Jay itu juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan. Menurutnya, keindahan laut Wakatobi yang mendunia harus dijaga bersama, namun tidak boleh membuat nelayan tersisih dari ruang hidupnya.

“Sumber daya laut Wakatobi luar biasa, tapi kesejahteraan nelayannya harus seimbang. Pemerintah wajib berpihak,” tegas Ketua DPW PKB Sultra itu.

Sebagai anggota Komisi IV, Jaelani bermitra dengan sejumlah kementerian strategis seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, serta Bapanas dan BRGM. Ia berjanji, setiap masukan dari nelayan akan diterjemahkan dalam bentuk program dan kebijakan yang nyata di lapangan. Sikapnya itu disambut antusias masyarakat pesisir.

“Kami berharap bantuan alat tangkap bisa segera terealisasi. Itu sangat membantu menekan biaya operasional,” ujar salah satu warga Mola.

Hadiri Puncak Wakatobi Wave 2025

Tak hanya menyerap aspirasi, Jaelani juga hadir di puncak Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) 2025, yang digelar 3–5 Oktober. Festival tahunan itu menjadi wadah promosi wisata, budaya, dan konservasi laut Wakatobi.

Rangkaian acaranya meriah. Ada parade perahu hias, atraksi budaya Bajo, pameran kuliner khas, hingga pagelaran seni yang memikat wisatawan. Di tengah semarak itu, Jaelani menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan perikanan.

“Kemajuan pariwisata tidak boleh mengorbankan nelayan. Justru harus menjadi daya ungkit kesejahteraan mereka,” katanya.

Menurutnya, Wakatobi punya potensi luar biasa, lautnya indah, masyarakatnya tangguh, dan budayanya kaya. Kini tinggal bagaimana kebijakan pemerintah bisa memastikan ekonomi biru benar-benar menetes sampai ke jaring nelayan.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!