PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, sudah berkemas. Selama empat hari, Kamis hingga Minggu, 7–10 Agustus 2025, ia akan bergabung bersama 249 pengurus Kadin se-Indonesia dalam sebuah retret di Akademi Militer, Magelang.
“Saya akan ikut dan sudah menyiapkan diri,” ujar Anton Timbang kepada Pikiran Lokal, Sabtu (2/8/2025).
Anton Timbang melihat retret ini sebagai ajang konsolidasi internal. Dunia usaha harus siap menghadapi ketidakpastian global. Dari perang Israel-Iran hingga gejolak ekonomi, semua menuntut ketangguhan. “Pengusaha pejuang itu yang mampu bertahan, berkembang, tanpa harus melakukan PHK,” ujar Anton.
Retret Kadin untuk pertama kalinya digelar di Lembah Tidar, bukan sekadar pertemuan bisnis. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, ini momentum menata ulang arah organisasi.
“Retret ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif anggota Kadin agar menjadi pengusaha pejuang berwawasan kebangsaan,” kata Anin.
Jika tak ada perubahan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka acara pada 8 Agustus.
Empat hari itu, para pengusaha “masuk barak”. Bukan untuk dilatih menjadi tentara, melainkan menyerap nilai juang yang selama ini identik dengan taruna Akmil, disiplin, kebersamaan, dan tahan banting.
Materinya padat, dari ekonomi, geopolitik, ketahanan nasional, sampai sejarah perjuangan bangsa. Menko bidang ekonomi, Menko Polhukam, hingga Gubernur Lemhanas akan mengisi kelas-kelas itu.
Retret di Lembah Tidar menjadi penanda babak baru Kadin. Peserta wajib menulis makalah empat halaman di akhir acara. Mereka akan pulang dengan sertifikat, dan diharapkan dengan kesadaran baru, bahwa dunia usaha adalah bagian dari sistem pertahanan semesta.(ali).