PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE SELATAN-Partai Bulan Bintang (PBB) tengah bersiap mengganti nakhodanya di Konawe Selatan. Musyawarah Cabang (Muscab) partai berlambang bulan sabit itu, bakal digelar pada 24 Juli 2025, bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari. Lima nama digadang-gadang akan maju berebut kursi Ketua DPC, yakni Asmar, Paisan Alpin, Jusmani, Nahful, dan Iksan.
Perebutan ini tak lagi sekadar soal jabatan partai. Ini pertarungan menuju masa depan PBB Konawe Selatan. Pemilu Legislatif 2024 berhasil mencatatkan capaian signifikan, tiga kursi di DPRD Konawe Selatan. Perolehan ini menjadi modal penting sekaligus medan tarik-menarik kepentingan antarfigur.
Tiga Kursi, Lima Nama, Satu Pucuk
Dalam balutan diplomasi yang santun dan berbudaya, kelima kandidat itu saat diwawancara terpisah oleh Pikiran Lokal mengaku siap maju. Namun di balik pernyataan formal itu, ada denyut kompetisi yang mulai kompetiti.
Dua dari lima calon, Iksan dan Jusmani adalah anggota legislatif aktif. Keduanya dianggap memiliki basis pemilih dan kekuatan logistik yang mumpuni. Iksan dikenal sebagai figur muda dengan pendekatan massa akar rumput, sementara Jusmani lebih dikenal lewat pendekatan teknokrat dan relasi struktural.
Sementara Asmar, Paisan Alpin, dan Nahful disebut sebagai kader tulen yang selama ini menjadi tulang punggung internal partai. Mereka bukan tokoh menonjol di panggung publik, tapi memiliki akar di jantung partai dan loyalis yang tak bisa dipandang remeh.
Peta Politik yang Kompetitif
Ketua DPC PBB Konsel saat ini, Andi Ahmad, dipastikan tidak akan mencalonkan diri lagi. Ia memilih pensiun setelah memimpin cukup lama. Kosongnya posisi ini menciptakan ruang manuver besar. Dari ruang-ruang lobi hotel hingga obrolan senyap antar elite, nama-nama calon mulai dibicarakan.
Sejumlah pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang) mulai terbuka menyatakan dukungan, meski dalam suara pelan. Dinamika internal dipastikan akan sengit. Apalagi, hasil Pemilu 2024 yang mengantarkan tiga legislator membuat PBB kini punya daya tawar lebih dalam percaturan politik lokal. Siapa pun yang terpilih nanti tak hanya akan memimpin partai, tapi juga menjadi lokomotif strategi menghadapi Pilkada dan Pemilu 2029.
Kenapa di Kendari, Bukan di Konsel?
Digelarnya Muscab di salah satu hotel di Kota Kendari juga memancing tanya. Beberapa menyebut ini soal fasilitas dan netralitas lokasi. Namun bagi sebagian kader, ini juga isyarat bahwa perebutan kali ini bukan urusan internal biasa. Lokasi netral, tapi penuh simbol.
“Pertarungan ini bukan soal siapa paling vokal, tapi siapa yang mampu merangkul struktur dan mempersiapkan arah partai ke depan,” ujar salah satu pengurus DPC yang enggan disebutkan namanya.
Satu Hari, Masa Depan Lima Tahun
Tak ada yang benar-benar bisa ditebak dalam politik lokal. Apalagi di tubuh partai yang kini tengah menapaki kebangkitan. Muscab 24 Juli 2025 ini akan menjadi panggung yang menentukan. Apakah PBB mampu menjawab tantangan zaman, atau kembali ke politik kamar kecil.
Satu hal yang pasti, dengan tiga kursi yang telah diraih, PBB Konsel bukan lagi sekadar partai pinggiran. Kini mereka punya modal, mesin, dan kader. Yang belum pasti hanyalah satu, siapa yang akan menggenggam kemudi.
Tanggal 24 Juli akan menjadi jawabannya. Di balik pintu ballroom ber-AC, partai berbasis akar rumput ini akan menentukan masa depannya.
Dan seperti biasa dalam politik lokal Sulawesi Tenggara, yang tampak di permukaan belum tentu mencerminkan gelombang di bawahnya.(ali).