PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI—Di bawah langit biru Kendari yang tenang, sebuah babak penting dalam perjalanan pembangunan Sulawesi Tenggara, kembali digelar. Di dalam ruang rapat paripurna DPRD Sultra yang megah namun sarat kerja sunyi, Anggota DPRD Sulawesi Tenggara, Rosni, S.E., duduk penuh perhatian bersama para legislator lainnya. Ia menjadi bagian dari detak sejarah yang sedang dibentuk lewat agenda Rapat Paripurna Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sultra Tahun 2025–2029, Selasa (15/7/2025.
Rapat ini bukan seremoni. Ia adalah simfoni kebijakan yang menyatukan nada-nada harapan rakyat dan tanggung jawab negara. Di hadapan forum terhormat itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyerahkan dokumen Ranperda RPJMD kepada Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala. Sebuah prosesi simbolik yang sarat makna. Di tengah hadirin yang mencakup unsur Forkopimda, perwakilan lembaga negara, dan seluruh kepala OPD lingkup Pemprov, Rosni mencatatnya sebagai langkah awal menuju arah baru pembangunan.
Dalam sambutannya yang tegas namun berjiwa teduh, Gubernur Andi Sumangerukka mengucapkan terima kasih kepada DPRD Sultra atas kesediaannya membahas dokumen penting ini.
“Dokumen ini bukan sekadar rencana, tetapi wujud dari harapan masyarakat, arah pembangunan nasional, serta potensi lokal Sultra yang kita gali dan ramu bersama,” ujarnya.

Visi besar yang diusung—“Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius”—tak hanya menjadi hiasan retoris. Tapi kompas yang menuntun tiga misi besar, tujuan, serta lima sasaran utama pembangunan daerah. Dalam dokumen RPJMD terangkum empat aspek prioritas pembangunan:
1. Pendidikan
Pemerintah Provinsi menargetkan peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 13 tahun pada 2030. Sebuah lompatan panjang yang menuntut keberanian dan konsistensi, didukung program nasional seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan.
2. Kesehatan
Gubernur menegaskan tekadnya, “Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tidak dilayani di rumah sakit.” Visi kesehatan ini diarahkan pada eliminasi penyakit menular dan layanan menyeluruh yang lebih manusiawi.
3. Agro-Maritim
Di jantung tanah subur dan laut kaya, Pemprov membidik swasembada pangan melalui perluasan lahan, modernisasi pertanian, dan produktivitas perikanan rakyat.
4. Infrastruktur
Dengan target jalan mantap 95% di tahun 2030, Sultra bersiap menghapus jarak dan membuka akses kemajuan bagi wilayah terluar sekalipun.
Rosni yang menyandang politisi Partai Bulan Bintang itu, dikenal vokal dan bersahaja, menyimak dengan seksama setiap butir kebijakan yang dibacakan. Baginya, RPJMD bukan sekadar lembaran teknokratis, tetapi cermin dari kesungguhan wakil rakyat dan pemimpin daerah dalam menjawab harapan konstituen.
Dalam batinnya, ia menyadari: pekerjaan rumah masih panjang, tapi hari ini adalah langkah pasti menuju masa depan yang ingin ditulis bersama.
Rapat paripurna itu menandai bukan hanya serah terima dokumen, tapi juga penyerahan kepercayaan: dari rakyat kepada wakilnya, dari pemimpin kepada mitra legislatif, dan dari sejarah kepada masa depan. Di sinilah Rosni berdiri. Seorang legislator, seorang perempuan Sultra, yang siap mengawal mimpi-mimpi rakyat menjadi nyata, lembar demi lembar.
Dan ketika rapat ditutup dengan ketukan palu, gema tekad itu tak berhenti di ruang sidang. Ia merambat ke lorong-lorong desa, ke gelombang laut Buton, ke sunyi hutan Kolaka Utara, menyuarakan janji, bahwa pembangunan bukan hanya angka dan grafik, tapi soal martabat, kesempatan, dan keadilan yang menyentuh semua. (ali).