PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE UTARA—Di tengah gemuruh semangat perjuangan yang tak pernah padam, Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali menapaki jejak konsolidasinya dengan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI, Senin (14/7/2025). Bertempat di Hotel Oheo, Kecamatan Andowia, pagi itu menjadi saksi bagi para kader yang datang dari berbagai penjuru, membawa harapan dan cita-cita besar demi kemajuan partai dan daerahnya.
Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Ikbar, S.H., M.H., didampingi Sekretaris DPW PBB Sultra, Drs. Abdul Halil. Tampak pula jajaran pengurus DPW, Ketua DPC PBB Konut Herman Sewani, para pengurus PAC, dan tokoh-tokoh lintas partai yang turut hadir dengan semangat persaudaraan yang mengalir tulus.
Dalam sambutannya, H. Ikbar menegaskan pentingnya Muscab bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk meneguhkan komitmen ideologis partai. Ia mengajak seluruh kader untuk bersinergi tanpa pamrih, menanamkan inovasi sebagai benih kemajuan demi kemaslahatan rakyat.
“Tak kalah pentingnya, PBB Konut harus lebih meningkatkan kinerja politiknya. Capaian kursi hari ini harus ditingkatkan. Kursi pimpinan DPRD harus diperkuat lagi,” tegas Ikbar, dengan nada tegas namun menyejukan.
Musyawarah ini bukan hanya urusan organisasi, tetapi ladang pengabdian. Di sinilah semangat kolektif diuji, ketika amanah dijadikan cahaya dan tanggung jawab bukan beban, melainkan kehormatan.
Bupati Konut itu menekankan, membangun partai tak cukup dengan strategi, melainkan perlu dilandasi rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
“PBB adalah partainya rakyat. Pemimpin yang dilahirkan dari Muscab ini harus benar-benar menyatu secara utuh dengan rakyat. Karena tanpa mereka, kita bukan siapa-siapa,” tutur Bupati Ikbar, seraya disambut anggukan dan tepuk tangan para peserta Muscab.
Musyawarah Cabang ke-VI ini menjadi ruang kontemplasi sekaligus batu loncatan. Di balik diskusi dan dinamika yang bergulir, PBB Konut sedang merangkai masa depan. Sebuah cakrawala masa depan di mana politik bukan lagi sekadar perebutan kekuasaan, tetapi perjuangan tulus demi wajah rakyat yang lebih sejahtera.
Muscab ini pun menandai bukan hanya perputaran kepemimpinan, tapi peralihan kesadaran. Bahwa partai politik hidup dan tumbuh bukan dari elite, melainkan dari suara rakyat yang menyala di setiap pelosok desa dan sudut kota. Di situlah PBB ingin menanamkan akar pengabdiannya lebih dalam.
Dengan semangat kekeluargaan dan komitmen kolektif, Muscab ke-VI PBB Konut tak hanya memilih pemimpin baru. Ia menjadi panggung untuk kembali menegaskan bahwa politik adalah ruang pengabdian, bukan arena saling menjatuhkan. Bahwa partai ini berdiri bukan untuk memerintah semata, tetapi untuk melayani dan menuntun jalan rakyat menuju masa depan yang lebih layak.
Dan dari Hotel Oheo hari itu, lahirlah harapan baru: bahwa PBB Konut tak sekadar melangkah, tetapi komitmen senasib sepenanggungan bersama rakyat. (ali).