Anggota DPRD Sultra Rosni, Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Siswa SMA Se Kota BauBau

BauBau—Di bawah langit Palagimata yang biru dan bersih dari awan kelabu, sebuah panggung kecil digelar di jantung Jalan Poros Kantor Walikota, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari Kota BauBau. Hari itu, Selasa, 8 Juli 2025, bukan sekadar tanggal di kalender.

Ia menjadi saksi bisu dari gelora perubahan yang dibawa oleh seorang srikandi Buton, Rosni S.E, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menyulam suara dan harapannya dalam sebuah acara bertajuk Sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Di hadapan para siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota BauBau, Rosni tampil bukan hanya sebagai politisi, melainkan sebagai ibu yang merangkul masa depan bangsanya dengan kepedulian. Dengan nada suara yang hangat namun tegas, ia mengurai bahaya laten narkoba yang tak pandang usia, status, dan cita-cita.

“Kalian adalah pelita negeri. Tapi cahaya itu bisa padam jika kita lengah. Narkoba bukan hanya menghancurkan tubuh, tapi juga menghancurkan harapan orangtua, sekolah, dan bangsa,” ucap Rosni, dengan mata yang menyisir wajah-wajah muda yang menyimak dalam diam.

Foto: Anggota DPRD Sultra Rosni, S.E saat membawakan materi tentang Perda nomor 7 tahun 2019 kepada siswa-siswi SMA se Kota BauBau, Selasa (8/7/2025)

Politisi Partai Bulan Bintang itu, menekankan, Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 bukanlah sekadar aturan di atas kertas. Ia adalah payung hukum, penjaga moralitas, dan perisai generasi. Namun tanpa dukungan sekolah, keluarga, dan komunitas, peraturan itu akan kehilangan nyawanya.

“Saya hadir bukan hanya karena amanat rakyat atau jabatan. Saya datang karena saya percaya, anak-anak BauBau bisa tumbuh menjadi pemimpin masa depan jika kita menjaga mereka hari ini,” ujar Rosni, diiringi tepuk tangan para guru dan pelajar.

Acara itu bukan hanya tentang pidato. Di sana, hadir pula sosok penting dalam perang melawan racun zaman ini. Dia adalah Alamsyah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota BauBau.

Foto: Kepala BNN BauBau Alamsyah (Kanan) saat memaparkan materi bahaya narkoba kepada siswa-siswi se Kota BauBau.

Dengan data dan fakta, ia menyampaikan realitas pahit yang kini mencengkeram generasi muda. Tak sedikit yang terjebak, kata Alamsyah, bukan karena niat jahat, tapi karena ketidaktahuan dan pengaruh lingkungan yang mengelabui.

“Narkoba bukan hanya milik pecandu jalanan. Ia menyusup dalam pergaulan, merayap dalam candu, dan menghancurkan dengan tenang. Tugas kita adalah membentengi diri dengan pengetahuan, keberanian, dan komunitas yang sehat,” tegas Alamsyah.

Zona 3 Palagimata hari itu tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para siswa, tetapi juga ruang refleksi bersama tentang arah masa depan. Di bawah rindangnya pepohonan dan semilir angin Lipu yang membawa harum tanah leluhur, terjalin dialog antara masa kini dan harapan esok.

Foto: Anggota DPRD Sultra Rosni, S.E (Tengah, Seragam Hitam) saat berpose bersama beberapa peserta sosialisasi yakni siswa-siswi yang berasal dari salah satu SMA di Kota BauBau.

Sosialisasi itu pun berakhir menjelang senja. Namun percakapan tentangnya belum akan usai. Sebab di Palagimata, pada 8 Juli yang syahdu itu, telah ditanam benih kesadaran.

Dan Rosni, dengan langkah perlahan namun pasti, kembali melanjutkan perjuangannya menjaga generasi muda dari bahaya yang tak terlihat—namun nyata mengancam.

Sebab bangsa besar bukan dibangun oleh mereka yang kuat tubuhnya, tetapi oleh mereka yang jernih pikirannya dan teguh jiwanya. (ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!