PIKIRANLOKAL.COM, PRANCIS—Di antara hembusan angin musim panas Paris yang menyapa Champs-Élysées, langkah-langkah diplomasi ekonomi Indonesia terus bergema. Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, dan Ketua Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, hadir menyatu dalam iring-iringan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis, Senin, 14 Juli 2025. Dalam misi yang tak sekadar seremonial, mereka membawa pesan dan peluang dari Timur jauh menuju jantung ekonomi Eropa.
Ikut hadir Menteri Investasi Rosan Roeslani dan sejumlah menteri kabinet lainnya, rombongan besar ini tak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa serta secarik harapan dan segepok dokumen kesepakatan dagang. Buah dari tangan dingin Prabowo yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian strategis antara Indonesia dan Uni Eropa.
Paris menjadi medan diplomasi baru. Di kota yang mengabadikan perjanjian dan pertukaran budaya, para pengusaha dan pejabat negara akan melangsungkan pertemuan penting. Dari meja rapat kedutaan hingga forum bisnis bilateral.
Anton Timbang, yang dikenal lantang memperjuangkan geliat ekonomi daerah, mengatakan, keterlibatan Kadin Sultra dalam forum ini bukanlah simbolis semata, melainkan upaya konkret untuk meraih peluang kerjasama ekonomi.
“Kami ingin membawa Sultra ke panggung global, memperkenalkan peluang investasi di sektor tambang, energi, pariwisata, dan hilirisasi industri,” kata Anton Timbang kepada Pikiran Lokal, kemarin.
Baginya, ini bukan hanya tentang Sulawesi Tenggara, tapi tentang Indonesia yang bersuara dari setiap titiknya. Ia melihat Prancis sebagai mitra potensial yang selama ini menatap Asia Tenggara dengan penuh minat, namun masih menanti jembatan kepercayaan dan keseriusan.
Langkah Anton Timbang dan para delegasi ini ibarat sebuah puisi diplomasi ekonomi. Lirih tapi pasti, sederhana namun sarat makna. Di atas meja-meja rapat yang berhiaskan kopi dan data, mereka berusaha menuliskan bab baru tentang kerja sama yang saling menguatkan.
Paris mungkin jauh dari Kendari. Namun semangat membangun negeri bisa menembus batas waktu dan ruang. Saat ini, Sulawesi Tenggara menitipkan asa lewat Anton Timbang. Agar jejak Dagang Indonesia tak hanya terpahat di kertas, tetapi tumbuh menjadi kemitraan yang berakar kuat untuk masa depan generasi.

Anton datang membawa semangat Sulawesi Tenggara, tanah yang kaya akan sumber daya dan mimpi-mimpi besar. Bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani dan beberapa menteri lainnya, ia akan mengikuti sejumlah pertemuan strategis yang digelar di jantung ibu kota Prancis. Kesepakatan dagang yang telah diteken Presiden Prabowo dengan Uni Eropa menjadi landasan untuk melangkah lebih jauh.
“Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Harus ada tindak lanjut nyata, dan Kadin siap menjadi penghubung antara investor dan kekuatan ekonomi daerah,” tegas Anton Timbang.
Anton Timbang percaya, kerja sama jangka panjang dengan Prancis bisa menjadi babak baru dalam sejarah ekonomi Sulawesi Tenggara. Ia membayangkan hari di mana investasi asing datang bukan hanya membawa modal, tapi juga pengetahuan, teknologi, dan kemajuan bagi masyarakat setempat.
Hari itu, di langit Paris yang cerah, asa Indonesia bergema lewat suara para pengusaha dan pemimpin daerah. Dari Kendari ke Paris, dari ruang rapat ke lembar kesepakatan, langkah Anton Timbang menjadi bagian dari jejak panjang diplomasi ekonomi negeri ini.
Dan ketika senja tiba di tepi Sungai Seine, Prancis, harapan baru pun dilayangkan ke angkasa. Semoga dari tanah asing ini, tumbuh benih kerja sama yang akan menyuburkan Indonesia—Sulawesi Tenggara, untuk generasi mendatang.(ali).