PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI – Tahapan pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 terus bergulir. Salah satu kandidat, Prof. Dr. Ruslin, S.Pd., M.Si, resmi memperoleh nomor urut 8 dalam pencabutan nomor urut calon rektor yang digelar, Kamis (18/6/2026).
Dekan Fakultas Farmasi UHO itu memaknai angka 8 bukan sekadar nomor urut. Menurutnya, angka tersebut memiliki keterkaitan erat dengan filosofi nama Halu Oleo yang menjadi identitas kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.
“Secara filosofi, Haluoleo mengandung pengertian delapan penjuru mata angin. Artinya, UHO memiliki visi global, dari dan menuju delapan mata angin. Seluruh sivitas akademika harus berkontribusi positif untuk kemakmuran bumi dan umat manusia,” ujar Prof. Ruslin.

Guru Besar Fakultas Farmasi yang lahir di Muna, 31 Desember 1974 itu sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan transformasi kampus unggul menuju perguruan tinggi badan hukum.
Dalam wawancara khusus dengan Pikiran Lokal, awal Juni lalu, Prof. Ruslin menyatakan UHO harus melangkah lebih cepat agar tidak hanya diperhitungkan di tingkat nasional, tetapi juga memiliki reputasi kuat di kancah internasional.
“Sudah saatnya UHO tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan di tingkat nasional, tetapi juga memiliki pengaruh dan reputasi yang kuat di tingkat internasional. Transformasi kampus harus diwujudkan melalui karya nyata, inovasi, dan kolaborasi global,” katanya.
Rekam jejak akademik Prof. Ruslin terbilang mentereng. Alumni Pendidikan Kimia UHO itu melanjutkan studi magister Kimia Analitik di Universitas Padjadjaran Bandung dan meraih gelar doktor bidang Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal di Sekolah Farmasi ITB pada 2015. Pada 2022, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar.
Kepakarannya di bidang rekayasa senyawa aktif untuk terapi disfungsi ereksi melahirkan sejumlah produk hilirisasi riset, di antaranya Kopi RD (Kopinya Lelaki) dan Coklat RD (Coklatnya Wanita) yang menjadi produk inovasi unggulan Fakultas Farmasi UHO.
Tak hanya berkecimpung di dunia akademik, Prof. Ruslin juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan. Pengalaman kepemimpinannya ditempa sejak menjadi Komandan Menwa 241 Mahaleo UHO hingga memimpin sejumlah organisasi tingkat daerah dan nasional.

Jika dipercaya memimpin UHO, Prof. Ruslin menargetkan penguatan riset inovatif, peningkatan akreditasi internasional, hilirisasi hasil penelitian, perluasan kemitraan global, serta pembangunan ekosistem kampus yang mendorong lahirnya karya-karya transformatif.
“UHO memiliki potensi besar. Dengan semangat berkarya, kolaborasi, dan inovasi, saya optimistis UHO dapat menjadi perguruan tinggi unggul menuju perguruan tinggi badan hukum,” pungkasnya.
Pemilihan Rektor UHO periode 2026-2030 dipandang sebagai momentum strategis untuk menentukan arah transformasi kampus ke depan. Dengan nomor urut 8 yang sarat makna filosofis, Prof. Ruslin berharap semangat delapan penjuru mata angin dapat menjadi energi untuk membawa UHO semakin dikenal dan diperhitungkan di tingkat dunia. (ali)