PIKIRANLOKAL.COM, BAUBAU – Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di kawasan Hutan Wisata Pinus Samparona, Kota Baubau.
Pesan itu disampaikan Jaelani saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Karhutla yang digelar di Baubau Selasa, 7 Oktober 2025. Acara tersebut diikuti oleh kelompok tani hutan, pengelola wisata, aparatur daerah, dan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Menurut Jaelani, Hutan Pinus Samparona bukan sekadar kawasan hijau, tapi juga aset ekologi dan ekonomi yang menopang kehidupan warga.
“Hutan Pinus Samparona bukan hanya paru-paru kota, tetapi juga destinasi wisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kita tidak boleh lengah. Pencegahan jauh lebih murah dan efektif daripada penanggulangan,” tegasnya.
Ia meminta Pemerintah Kota Baubau bersama instansi terkait memperkuat sistem pencegahan Karhutla, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, koordinasi lintas instansi, hingga keterlibatan masyarakat secara aktif.
“Kesadaran warga menjadi kunci utama. Melalui Bimtek ini, saya harap ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan. Bentuk tim siaga, lakukan patroli rutin, dan segera laporkan jika ada tanda-tanda kebakaran. Ini tanggung jawab bersama,” ujar legislator asal Sulawesi Tenggara itu.
Bimtek ini menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga penegak hukum dalam menjaga kelestarian hutan wisata Samparona, paru-paru Baubau yang kini kian menjadi kebanggaan warga setempat.(ali/rls).