PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI – Rencana pelaksanaan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara pada 19 Juli 2026 mulai menjadi perhatian publik. Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Anggota DPRD Kota Kendari, L.M. Rajab Jinik D, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bertujuan mempererat persaudaraan masyarakat Muna dan tidak memiliki kepentingan politik.
Dalam wawancara, Kamis (2/7), Rajab menjelaskan, Silaturahmi Akbar merupakan wadah mempertemukan seluruh elemen masyarakat Muna, mulai dari para sesepuh, generasi muda, hingga masyarakat Muna yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara maupun Indonesia.
“Ini adalah momentum untuk mempertemukan seluruh keluarga besar masyarakat Muna. Tujuan utamanya mempererat hubungan kekeluargaan, memperkuat kekerabatan, serta meneguhkan identitas masyarakat Muna sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Rajab mengatakan, gagasan penyelenggaraan kegiatan tersebut diprakarsai Ketua KKMM Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, bersama para tokoh Muna serta para ketua KKMM kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Menurutnya, seluruh proses persiapan dilakukan atas dasar semangat kebersamaan tanpa membawa kepentingan politik.
“Agenda ini sama sekali tidak memiliki muatan politik. Tema yang diusung adalah menguatkan kekerabatan dan kerukunan keluarga masyarakat Muna. Jadi tidak ada agenda lain selain mempererat silaturahmi,” tegasnya.
Ia juga meluruskan berbagai isu yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan kepentingan politik tertentu. Sebagai salah satu tim informatur KKMM Sulawesi Tenggara, Rajab memastikan seluruh rangkaian kegiatan disusun semata-mata untuk membangun persaudaraan masyarakat Muna.
“Kalau ada pihak yang menggiring opini bahwa ini agenda politik, itu merupakan persepsi yang keliru dan tendensius. Ada pihak-pihak yang sengaja membangun narasi tersebut sesuai kepentingannya sendiri. Kami perlu meluruskan agar masyarakat tidak salah memahami tujuan kegiatan ini,” katanya.

Rajab menegaskan, tidak sepatutnya kegiatan sosial dan kekeluargaan dicampuradukkan dengan kepentingan politik praktis. Menurutnya, KKMM sejak awal dibentuk dengan melibatkan berbagai tokoh dari latar belakang yang beragam tanpa melihat afiliasi politik, organisasi maupun profesi.
“KKMM berdiri di atas semangat persaudaraan. Semua tokoh dilibatkan tanpa memandang perbedaan pilihan politik ataupun organisasi. Karena itu, sangat tidak tepat jika kegiatan Silaturahmi Akbar dikaitkan dengan kepentingan politik seseorang,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan La Ode Darwin sebagai Ketua KKMM Sulawesi Tenggara diperoleh melalui mekanisme musyawarah organisasi. Sementara posisi Darwin sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara merupakan kapasitas yang berbeda dan tidak memiliki hubungan dengan agenda KKMM.
“Jabatan beliau di partai adalah ranah politik, sedangkan kapasitasnya sebagai Ketua KKMM adalah amanah organisasi kemasyarakatan. Dua hal itu tidak boleh dicampuradukkan. Karena itu, keliru jika Silaturahmi Akbar disebut sebagai agenda politik La Ode Darwin,” ungkap Rajab.
Rajab juga menghormati apabila terdapat kelompok masyarakat atau kalangan generasi muda yang memiliki pandangan berbeda terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun ia berharap perbedaan pendapat tidak melahirkan opini yang dapat memecah persaudaraan masyarakat Muna.
“Silakan jika ada yang berbeda pandangan, itu hak setiap warga. Tetapi kami ingin menegaskan bahwa masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari, menyelenggarakan kegiatan ini murni sebagai ajang silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan dan kekerabatan,” pungkasnya.
Silaturahmi Akbar KKMM Sulawesi Tenggara dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 dengan mengusung semangat memperkuat persaudaraan masyarakat Muna sebagai salah satu pilar utama keragaman etnis di Bumi Anoa.(ali).