Duka Mendalam IKA UMI Sultra atas Kepergian Dr. Yuspian Gunawan Supu

Mendiang Dr. Ir. Yuspian Gunawan, S.T.,M.T.

PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI—Sabtu, 12 Juli 2025, langit di atas Sulawesi Tenggara seolah ikut menunduk, berwarna kelabu seperti menyimpan kabar duka dari langit yang tak bersuara. Di antara gemuruh aktivitas kota, tersiar kabar yang menusuk hati Ikatan Alumni Universitas Muslim Indonesia (IKA UMI) Sultra.

Salah seorang tokoh terbaik mereka, Dr. Ir. Yuspian Gunawan Supu, S.T., M.T, telah berpulang ke rahmatullah. Usia 54 tahun adalah usia yang penuh rahmat, tapi juga belum cukup bagi seorang yang hidupnya didedikasikan untuk umat, ilmu, dan pengabdian.

Tak butuh waktu lama, kabar duka itu menyebar ke berbagai penjuru. Di pojok ruang kerja, di lorong masjid kampus, hingga ke telepon genggam yang bergetar sunyi, satu nama menghilang, tapi kenangannya tetap hidup.

Ketua IKA UMI Sultra, Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN ENG, menyampaikan duka yang lebih dari sekadar formalitas. Ucapannya bukan sekadar simpati, tapi gugusan kenangan dari persaudaraan yang telah lama tumbuh di tanah Makassar, saat keduanya masih mahasiswa UMI—berbagi kamar, berbagi nasi, bahkan mungkin berbagi air mata dalam perjuangan kuliah dan hidup sebagai anak rantau.

“Almarhum bukan hanya sahabat, bukan hanya rekan seperjuangan. Ia adalah kakak rumah, tempat saya banyak belajar kesabaran, kedisiplinan, dan pengabdian,” ujar Dr. Ruksamin dengan suara yang ditarik napas dalam, seolah menahan air mata yang belum sempat jatuh.

Foto: Suasana ceria almarhum Dr. Yuspian (Lingkaran merah) berposes bersama dalam kegiatan IKA UMI Sultra.

Dalam kenangannya, Dr. Yuspian adalah pribadi yang sholeh, lembut, dan penuh ketulusan. Bukan hanya dikenal sebagai akademisi yang cemerlang, tapi juga sebagai pelayan masyarakat yang tidak pernah lelah turun ke lapangan.

Dalam tiap bencana yang menghampiri bumi Sultra, seperti banjir di Kota Kendari yang datang hampir saban musim, nama Yuspian bukan hanya hadir di daftar panitia bantuan—ia hadir secara jasmani dan ruhani. Ia mengangkat beras, memanggul kardus mie instan, membagikan senyum di tengah lumpur dan genangan.

“Ia selalu hadir. Bahkan ketika yang lain lelah, almarhum tetap melangkah. Ia tidak pernah ingin terlihat, tapi selalu ada,” ujar Dr. Ruksamin.

Foto: Ketua IKA UMI Sultra Dr. Ruksamin menyampaikan sepatah kata saat penerimaan jenazah almarhum Dr. Yuspian, dari Dekan Fakultas Teknik UHO kepada keluarga almarhum, Minggu (13/7/2025).

Di setiap kegiatan IKA UMI Sultra, Dr. Yuspian adalah sosok yang tak tergantikan. Ia tidak suka berbicara di podium, tapi langkah dan kerjanya adalah pidato terbaik yang pernah ia sampaikan. Banyak yang datang dan pergi dari organisasi, namun ia tetap tinggal, seperti batu pondasi yang tidak bergeming oleh angin zaman.

Dr. Ruksamin berkisah, lahir pada tahun 1971, almarhum Dr. Yuspian telah melewati berbagai zaman, dari Orde Baru hingga era digital. Tapi satu yang tak pernah berubah dari dirinya: cinta pada ilmu dan komitmen pada pengabdian. Gelar demi gelar ia raih bukan untuk gelar itu sendiri, tetapi untuk menjadi lebih berguna, untuk bisa menjawab lebih banyak persoalan umat.

“IKA UMI Sultra hari ini bukan hanya kehilangan seorang tokoh, melainkan kehilangan sepotong ruh. Kepergian Dr. Yuspian adalah kehilangan yang tak kasatmata. Ruangan jadi terasa lebih sunyi, rapat jadi terasa lebih datar, dan langkah menjadi sedikit lebih berat,” ucap Ruksamin dengan lirih.

Foto: Karangan bunga duka dari Ketua IKA UMI Sultra Dr. Ruksamin

Dalam duka ini, Ruksamin dan segenap keluarga besar alumni UMI Sultra memilih untuk tidak menutup buku. Mereka justru membuka lembaran baru dari semangat dan keteladanan almarhum. Jejaknya akan dijaga, namanya akan terus disebut dalam doa dan rapat-rapat kecil di bawah tenda bantuan, di forum alumni, dan dalam setiap langkah pengabdian.

“Kepada langit yang hari ini menunduk, kepada bumi yang memeluk tubuh lelahnya, kepada angin yang membawa namanya pulang — kami titipkan satu nama yang harum: Dr. Ir. Yuspian Gunawan Supu, S.T., M.T. Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat terbaik. Di sisi-Nya. Di antara para pecinta ilmu dan pejuang kemanusiaan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” tutup Dr. Ruksamin. (ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!