Aksan Jaya Putra: Pelantikan DPP LAT, Sinergi Adat dan Kolaborasi Memajukan Indonesia

Kendari—Dalam atmosfer penuh makna dan aroma dupa adat yang menyatu dengan semangat zaman, Ketua MKGR Sulawesi Tenggara, salah satu politisi senior Partai Golkar yang dikenal konsisten menjaga akar budaya dan irama politik pembangunan, memberikan apresiasi mendalam atas pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT) periode 2025–2030 yang digeler di Kota Kendari, Jumat (11/7/2025).

Acara sakral yang dirangkai dengan nuansa etnis Tolaki, yang khidmat dan sarat makna, menjadi momen penting. Tak hanya meneguhkan identitas, tetapi juga menabuh genderang kolaborasi baru antara adat dan negara.

Ketua MKGR Sultra Aksan Jaya Putra mengatakan, pengurus baru DPP LAT adalah simbol regenerasi nilai, sekaligus katalisator inovasi yang mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.

“Kebudayaan adalah akar, dan kearifan lokal adalah pelita dalam gelapnya tantangan zaman. Saya percaya, DPP LAT yang baru mampu memadukan nilai-nilai luhur leluhur dengan semangat kekinian untuk menghadirkan perubahan yang relevan dan berdaya saing,” kata Aksan Jaya Putra.

Dalam bingkai kebangsaan yang seringkali dilupakan oleh hiruk-pikuk pragmatisme, Lembaga Adat Tolaki hadir bukan hanya sebagai penjaga warisan, tapi juga sebagai penutur masa depan—sebuah institusi yang membawa warisan lokal menjadi strategi nasional.

Aksan Jaya Putra meyakini, sinergi antara LAT dan pemerintah akan memperkuat visi pembangunan berkelanjutan berbasis budaya.

“Pembangunan tanpa budaya adalah rumah tanpa fondasi. LAT punya posisi strategis untuk menjadi jembatan antara masyarakat adat dan kebijakan pemerintah, agar tak ada satu pun nilai luhur yang tersesat dalam modernitas,” tegasnya.

Pelantikan DPP LAT 2025–2030 ini tidak hanya menandai babak baru dalam kepemimpinan adat, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kolektif masyarakat Tolaki yang siap melangkah dengan semangat meohai, yaitu semangat hidup saling menguatkan.

Di pundak para pengurus baru, harapan tertumpu: bagaimana adat bukan hanya dikenang, tapi dihidupkan, dikembangkan, dan dibawa melintas batas geopolitik menuju peran strategis nasional bahkan global.

“Semoga LAT terus menjadi obor budaya dalam lorong pembangunan Indonesia, dan pengurus barunya menjadi nahkoda yang tak gentar menghadapi badai zaman dengan layar yang terbuat dari nilai dan tiang yang terbuat dari jati diri,” pungkas Aksan. (ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!