Jakarta — Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU., ASEAN.Eng., mengikuti agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) KAHMI, yang mengusung tema strategis: “Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Energi dan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat”. Acara ini berlangsung di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).
Dr. Ruksamin mengatakan, tema Rakornas ini sangat relevan dan sejalan dengan tantangan global serta arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Ketahanan dan kemandirian energi serta pangan adalah fondasi strategis untuk menjaga kedaulatan bangsa. Dalam perspektif ilmiah, pembangunan sektor ini harus berbasis pada potensi lokal, teknologi tepat guna, dan pendekatan keberlanjutan. KAHMI harus menjadi mitra kritis sekaligus kontributif dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” kata Ruksamin kepada Pikiran Lokal.

Wakil Ketua DPP Partai Bulan Bintang itu menjelaskan, dalam konteks Sulawesi Tenggara, potensi sumber daya alam seperti nikel, energi terbarukan, dan sektor pertanian modern dapat dioptimalkan untuk mewujudkan kemandirian tersebut. Namun, semua itu memerlukan sinergi antara kebijakan pusat dan daerah.
Ruksamin juga mengapresiasi visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas nasional. Menurutnya, ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim, krisis global, serta kebutuhan akan kemandirian ekonomi.
“KAHMI sebagai organisasi yang lahir dari kampus dan berakar pada intelektualisme harus berperan aktif dalam mensukseskan program strategis nasional. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir dengan gagasan, riset, dan aksi nyata,” pungkasnya.
Acara Rakornas dan Silatnas ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional para alumni HMI dari berbagai wilayah, dengan harapan KAHMI dapat terus berkontribusi dalam penguatan pembangunan bangsa berbasis intelektual dan nilai keumatan.