PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Di usia ke-57, Kadin Indonesia tak ingin sekadar meniup lilin ulang tahun yang jatuh 24 September 2025. Ketua Umum Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, melihat momentum ini sebagai jalan mempertegas posisi dunia usaha dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Ketahanan ekonomi itu bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, dunia usaha harus hadir lebih nyata,” ujarnya.
Anton menolak jika Kadin hanya dianggap rumah besar bagi perusahaan swasta. Ia menyebut payung organisasi ini juga menaungi BUMN, UMKM, hingga koperasi. Baginya, Kadin mesti jadi simpul strategis. Mendukung program pemerintah, sekaligus menjawab kebutuhan rakyat.
Ia menunjuk program Presiden Prabowo yang banyak menyasar UMKM dan koperasi sebagai ruang berperan.
“Di situ kita bisa masuk lebih jauh, sambil menghidupkan teman-teman Kadin di provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.
Tapi Anton sadar, dunia kini tak sedang ramah. Krisis global mengintai. Namun ia menegaskan Kadin harus tetap melaju. “Dirgahayu Kadin ke-57. Semua Kadin harus maju, meski situasi dunia penuh tantangan,” ujarnya, merujuk pada gagasan Indonesia Incorporated yang digaungkan Presiden.
Bonus demografi menjadi perhatian khusus. Anton menilai penciptaan lapangan kerja adalah tiket bagi generasi muda agar tidak tercecer
“Sebagai pengusaha bersama pemerintah, kita harus memastikan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia,” katanya.
Dari Kendari, suara Anton Timbang menegaskan bahwa Kadin bukan hanya papan nama. Ia ingin organisasi ini jadi mesin kolektif, menjembatani dunia usaha dan rakyat, sekaligus memastikan ketahanan ekonomi berdiri tegak di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian.(ali).