Preventif Korupsi, Pemda Konawe Utara Siap Sukseskan SPI 2025

Foto: Bupati Konawe Utara H. Ikbar (kiri), dan wakilnya Abuhaera (kanan), siap sukseskan SPI 2025.

PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE UTARA-Di tengah semakin derasnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, Pemerintah Daerah Konawe Utara mengambil langkah tegas. Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., bersama wakilnya, Abuhaera, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen mereka untuk menyukseskan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang akan segera dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan tagline “Berani Mengisi, Habisi Korupsi”, duet pemimpin Konawe Utara itu mendorong seluruh aparatur, masyarakat, hingga pemangku kepentingan agar aktif berpartisipasi.

“SPI bukan sekadar survei. Ia adalah cermin integritas pemerintahan kita, potret sejauh mana upaya kita menutup celah praktik korupsi,” kata Ikbar, kepada Pikiran Lokal, Senin (25/8/2025).

Menangkap Suara Publik, Mencatat Persepsi

Survei Penilaian Integritas merupakan inisiatif tahunan KPK yang menakar tingkat integritas lembaga publik di seluruh Indonesia. Berbeda dari audit keuangan, SPI menyoroti pengalaman dan persepsi, dari masyarakat sebagai pengguna layanan, dari pegawai internal instansi, hingga para ahli (expert) yang memahami seluk-beluk tata kelola. Dari sana, KPK kemudian meramu Indeks Integritas Nasional, sebuah gambaran tentang kerentanan dan kekuatan lembaga publik menghadapi praktik korupsi.

Bagi Ikbar dan Abuhaera, SPI adalah kesempatan emas. “Kita ingin Konawe Utara dikenal bukan hanya sebagai daerah kaya sumber daya alam, tapi juga sebagai daerah dengan tata kelola yang bersih,” ujar Abuhaer.

Komitmen Pemda: Dari Sosialisasi hingga Aksi Nyata

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan SPI berjalan optimal. Di antaranya, sosialisasi masif kepada masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN), peningkatan akses informasi publik, serta penguatan sistem layanan berbasis digital.

Langkah ini, menurut Ikbar, adalah jawaban atas keraguan publik terhadap komitmen daerah dalam membangun integritas. “Kita harus jujur, kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi masih naik-turun. Dengan SPI, kita mendapat mekanisme evaluasi yang obyektif langsung dari publik,” katanya.

Partisipasi sebagai Senjata Pencegahan

SPI tak bisa dilepaskan dari semangat partisipasi publik. KPK mendesain survei ini sebagai media interaktif: publik bukan sekadar objek layanan, melainkan mitra pengawas. Dari laporan kecil seperti pungutan liar di tingkat desa, hingga pengalaman positif atas pelayanan administrasi, semua dihimpun menjadi data yang bernilai untuk memperbaiki sistem.

“Dengan berani mengisi, kita sedang berani melawan korupsi,” tegas Abuhaera.

Tagline “Berani Mengisi, Habisi Korupsi” bukan slogan kosong. Ia adalah ajakan untuk memutus rantai permisif terhadap praktik korupsi, yang seringkali tumbuh subur karena diamnya masyarakat.

Membangun Tradisi Integritas

Bagi Konawe Utara, SPI 2025 adalah momentum. Sejak awal kepemimpinannya, Ikbar dan Abuhaera menempatkan integritas sebagai landasan kebijakan. Reformasi birokrasi, penerapan sistem merit, hingga pembatasan potensi konflik kepentingan di lingkungan pejabat publik telah mulai dijalankan.

Namun mereka sadar, perjuangan melawan korupsi tak bisa berhenti pada regulasi. Ia butuh budaya. “Integritas itu harus jadi tradisi, bukan sekadar jargon. Dan tradisi itu hanya bisa tumbuh kalau masyarakat ikut mengawasi, ikut bicara,” kata Ikbar.

Menuju Pemerintah Bersih

SPI hanyalah satu instrumen. Tapi jika dilaksanakan dengan konsisten, ia bisa menjadi peta jalan menuju pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dengan partisipasi publik, Konawe Utara berpeluang membuktikan diri sebagai salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang berani melawan stigma korupsi.

“Kita ingin Konawe Utara berdiri sejajar dengan daerah-daerah yang dikenal transparan. Tidak ada kompromi untuk korupsi,” ucap Abuhaera, menutup pernyataannya.

Tagline “Berani Mengisi, Habisi Korupsi” pun bergema bukan hanya sebagai ajakan, melainkan perlawanan kolektif, bahwa masa depan Konawe Utara adalah masa depan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada rakyatnya.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!