PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE UTARA—Mentari 14 Juli 2025, belum merekah. Namun semangat perubahan telah menghangatkan langit Konawe Utara. Di Hotel Oheo yang berdiri tenang di jantung Kecamatan Andowia, gema persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Konut mulai terasa seperti detak nadi kolektif kader-kadernya yang bergelora.
Muscab kali ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan harmonisasi penting dalam perjalanan panjang partai, yang mengusung tema penuh harapan: “Transformasi Partai yang Inklusif, Berkelanjutan untuk Konawe Utara yang Sejahtera.”
Tema ini bukan hanya barisan kata yang indah, tapi cermin dari tekad dan visi PBB Konut untuk menjadi obor politik yang tak padam, di tengah kabut zaman yang tak selalu ramah.
Ketua DPW PBB Sulawesi Tenggara, H. Ikbar, S.H., M.H., dalam sikapnya yang tenang namun tegas, menitipkan pesan yang dalam, kepada seluruh pengurus dan kader PBB Konut. Ia mengingatkan bahwa politik bukan panggung perebutan kuasa, melainkan ruang indah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan martabat daerah.
“Laksanakan Muscab dengan menjaga kondusivitas dan harmonisasi. Dari situ, akan lahir pemimpin-pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan setia pada ideologi PBB. Semua semata untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” tutur H. Ikbar kepada Pikiran Lokal, Minggu (13/7/2025).
Terpisah, Ketua DPC PBB Konut, Herman Sewani, S.H., menyambut hari besar ini dengan semangat seorang pejuang. Baginya, Muscab bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan momentum emas yang harus dimaknai secara strategis dan historis.
“Tanggal 14 Juli besok adalah momentum strategis untuk PBB Konut menatap agenda politik ke depan,” ungkapnya, dengan tatapan tajam ke cakrawala masa depan.
Muscab VI akan menjadi wadah evaluasi atas apa yang telah dicapai, sekaligus pembuka jalan untuk regenerasi kepemimpinan. Di sinilah solidaritas kader diuji, arah perjuangan dipertegas, dan semangat kolektif dikobarkan kembali. Ini bukan sekadar forum musyawarah. Ini adalah majlis peradaban politik, tempat sebuah partai memahat masa depannya sendiri.
Ketika malam menyelimuti Andowia dan lampu-lampu Hotel Oheo mulai bersinar, akan hadir harapan baru. Dari ruangan itu, suara-suara kader akan menyatu dalam satu ikrar: membangun PBB sebagai kendaraan rakyat, dan menjadikan Konawe Utara bukan hanya daerah yang dibanggakan, tapi juga daerah yang benar-benar sejahtera—lahir dan batin. (ali).