Legislator DPRD Nurman: Membangun Buteng Merajut Kolaborasi

Nurman, S.E, anggota DPRD Buton Tengah, juga menjabat Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Buton Tengah.

PIKIRANLOKAL.COM, BUTON TENGAH-Langit pagi 23 Juli 2025, tak banyak bicara. Tapi dari raut wajah Nurman, S.E., anggota DPRD Buton Tengah yang juga politisi Partai Bulan Bintang, terlihat sebuah kegigihan lama yang belum pudar.

Saat ditemui Pikiran Lokal, dalam perayaan Hari Ulang Tahun Buton Tengah ke-11, yang mengusung tema “Kota Pendidikan, Cahaya Ilmu, Masa Depan Gemilang”, Nurman berbicara tentang semangat kolaborasi, yang kian mendesak di tengah tantangan daerah.

“Sudah bukan saatnya kita jalan sendiri-sendiri. Pemerintah, DPRD, aparat desa, tokoh adat, pemuda, perempuan, semua harus duduk bareng. Bahu membahu membangun daerah. Buton Tengah ini bisa maju kalau kita semua saling menguatkan,” ucap Nurman.

Pernyataan Nurman bukan sekadar gimik seremonial. Ia menyuarakan keresahan yang sudah lama tumbuh. Ketimpangan pembangunan, rendahnya akses pendidikan berkualitas, dan minimnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, momentum ulang tahun kabupaten seharusnya menjadi momen refleksi, bukan hanya euforia panggung dan tenda pesta rakyat.

Di balik semangat perayaan, Nurman menaruh harapan besar pada generasi muda dan dunia pendidikan. Tema “Kota Pendidikan” menurutnya bukan slogan kosong, melainkan arah perjuangan.

“Kita punya potensi luar biasa. Tapi potensi itu tidak akan jadi kekuatan jika tidak dibarengi keseriusan membangun SDM. Pendidikan itu fondasi,” katanya.

Sebagai Ketua DPC Partai Bulan Bintang di Buton Tengah, Nurman juga menyadari, membangun daerah bukan semata urusan politik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat sipil.

“Kita semua harus satu tujuan. Kesejahteraan rakyat Buton Tengah. Jangan jadikan birokrasi sebagai penghalang, tapi jembatan,” tegasnya.

Buton Tengah, kabupaten muda yang baru sewindu lebih berdiri, memang masih berjuang keluar dari sekat-sekat infrastruktur yang belum merata. Tapi bagi Nurman, masa depan daerah ini terlalu berharga untuk diserahkan pada pola kerja lama yang sektoral dan elitis. Ia mengajak semua pihak untuk kembali ke prinsip dasar pembangunan, kejujuran, partisipasi, dan visi bersama.

“Kalau semua sadar Buteng ini milik bersama, maka kita tak perlu lagi saling curiga. Mari kita jadikan cahaya ilmu itu bukan hanya lampu penerang, tapi juga obor perubahan,” pungkasnya.

Di tengah gegap gempita ulang tahun kabupaten, suara Nurman terasa seperti denting lonceng. Tak nyaring, tapi meneduhkan hati yang mendengar.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!