PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Malam meluruh perlahan di atas langit Kendari. Bintang-bintang menggantung diam, seolah turut menyimak langkah-langkah politik yang digerakkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (DPW PBB) Sulawesi Tenggara. Rabu malam, 16 Juli 2025, dalam keheningan yang khidmat, para pengurus DPW berkumpul. Bukan untuk sekadar bertemu, melainkan menyiapkan langkah besar, Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di 16 kabupaten dan kota.
Ketua DPW PBB Sultra, H. Ikbar, S.H., M.H., hadir sebagai suluh dalam pertemuan itu. Suaranya tak menggelegar, namun menembus dinding-dinding keyakinan. Baginya, malam itu bukan hanya persiapan administratif, tetapi momentum untuk menyatukan gerak, mengokohkan tubuh partai dari bawah hingga ke pusat.
“Malam ini kita menyalakan pelita perjuangan. Bukan hanya untuk menerangi jalan politik kita, tapi juga untuk menuntun para kader menuju cahaya kejayaan,”kata Ikbar kepada Pikiran Lokal.
Misi ini tak lahir tiba-tiba. Konawe Utara telah lebih dulu memulai, 14 Juli 2025. Mereka menggelar Muscab, menjadi cahaya pertama dalam rangkaian pergerakan ini. Kini giliran 16 kabupaten/kota lain menyusul. Bukan karena kebetulan, melainkan dalam kesadaran penuh bahwa partai harus selalu bergerak, membumi, dan hadir di tengah rakyat.
Sekretaris DPW PBB Sultra, Drs. Abdul Halik, menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab ini adalah amanah langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Amanah yang kini harus dijalankan bukan hanya sebagai tugas, tapi sebagai bentuk kesetiaan pada cita-cita partai.
“Insya Allah Muscab di 16 Kabupaten/Kota se-Sultra ditargetkan tuntas Juli ini,” ucapnya kepada Pikiran Lokal.
Untuk memastikan gerak serentak ini berjalan dengan rapi dan selaras, DPW PBB Sultra menunjuk 16 koordinator daerah. Mereka bukan sekadar perwakilan, tetapi perpanjangan tangan semangat dan visi partai. Mereka akan menjadi jembatan antara DPW dan DPC.
Di tengah rapat malam itu, tak terdengar sorak atau tepuk tangan. Tapi dalam diam, tumbuh keyakinan. Bahwa PBB bukan hanya partai yang konsisten besar, tetapi partai yang sedang bersiap untuk kembali memimpin konstelasi politik di Sulawesi Tenggara.
Langit semakin pekat, dan bulan terus meninggi. Di bawah sinarnya, para kader Bulan Bintang menata langkah. Senyap tapi pasti. Dan di tengah malam yang hening itu, lahirlah janji tak tertulis. Bahwa dari setiap Muscab yang digelar, akan lahir kepemimpinan baru yang membawa perubahan. Bukan hanya untuk partai, tapi untuk rakyat Sultra yang tercinta.(ali).