Kendari—Dalam senyapnya dedikasi, kerja keras sering kali tak terdengar. Namun dari balik kesederhanaan langkah seorang ilmuwan, lahirlah perubahan besar. Sosok itu adalah Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M.Si., M.Sc., Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) yang telah menahkodai kampus kebanggaan Sulawesi Tenggara ini dengan visi besar: mencerdaskan anak bangsa dan menciptakan kampus yang aman, nyaman, kondusif, dan hijau.
Di tengah dinamika zaman dan tantangan global, Prof. Zamrun tidak hanya berpikir tentang hari ini, tetapi juga tentang masa depan.
“UHO harus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di timur Indonesia. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tapi juga menembus kancah internasional,” kata Prof. Zamrun kepada Pikiran Lokal, Jumat (11/7/2025).
Menjawab Tantangan Global, Menyongsong Indonesia Emas
Bagi Prof. Zamrun, perguruan tinggi bukan sekadar tempat mencari ijazah. Lebih dari itu, universitas adalah kawah candradimuka tempat ide, karakter, dan kepemimpinan masa depan ditempa. Maka dari itu, transformasi pendidikan di UHO selalu diarahkan untuk menjawab kebutuhan global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Ia percaya, Universitas Halu Oleo memiliki potensi besar dalam mendukung visi besar bangsa: Indonesia Emas 2045. Dalam pandangannya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju harus dimulai dari kampus-kampus yang progresif, inovatif, dan berdaya saing. Oleh karena itu, UHO terus didorong menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tapi juga tangguh, adaptif, dan berintegritas.
Stabilitas Kampus, Pondasi Kemajuan
Satu hal yang selalu menjadi perhatian serius Prof. Zamrun adalah stabilitas internal kampus. Ia menyadari, atmosfer akademik yang damai adalah syarat mutlak bagi lahirnya inovasi dan kemajuan. Maka tak heran jika selama masa kepemimpinannya, UHO dikenal sebagai kampus yang relatif tenang, dengan iklim kebebasan akademik yang tetap terjaga.
“Kampus harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika. Di sinilah tempat mereka berpikir, berdiskusi, meneliti, dan bermimpi besar. Kalau tidak aman dan tertib, bagaimana mereka bisa berkembang?” tegasnya.
Lebih dari itu, ia juga berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan di dalam kampus. Dalam beberapa tahun terakhir, UHO mulai dikenal sebagai kampus yang hijau dan ramah lingkungan, sejalan dengan semangat keberlanjutan global.
Perpanjangan Masa Jabatan: Amanah yang Dilanjutkan
Masa jabatan Prof. Zamrun sebagai Rektor UHO sejatinya berakhir pada 2 Juli 2025. Namun, mempertimbangkan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan menjaga stabilitas kampus di tengah proses transisi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) mengeluarkan Keputusan Nomor 197/M/KEP/2025 tentang Perpanjangan Masa Jabatan Rektor Universitas Halu Oleo.

Perpanjangan ini bersifat transisi, hingga Rektor UHO periode 2025–2029 ditetapkan dan dilantik secara resmi. Artinya, Prof. Zamrun tetap dipercaya untuk melanjutkan amanah sebagai rektor demi menjaga keberlanjutan arah pembangunan kampus.
“Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan keluarga besar UHO. Ini amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sampai akhir,” tutur Prof. Zamrun dengan nada rendah hati.
Mimpi Besar yang Belum Usai
Di balik ketegasan sikap dan ketelitian akademik, Prof. Zamrun menyimpan harapan besar. Ia ingin melihat mahasiswa UHO berdiri sejajar dengan lulusan universitas terkemuka dunia. Ia ingin alumni UHO menjadi pemimpin, inovator, dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, UHO akan terus berkembang. Kita punya banyak anak muda cerdas, mereka hanya butuh ekosistem yang mendukung. Dan itulah yang sedang kita bangun,” katanya.
Langkah Prof. Zamrun mungkin akan segera sampai pada batas akhir masa jabatannya. Namun jejak pengabdiannya akan terus hidup di kampus yang dicintainya, menjadi bagian dari sejarah panjang UHO yang terus menyalakan obor ilmu demi masa depan bangsa.
UHO hari ini adalah buah dari kerja kolektif, dan Prof. Zamrun telah menjadi salah satu penggerak utamanya. Dari Halu Oleo, cahaya pendidikan itu terus menyala, untuk Indonesia yang lebih gemilang. (ali).