Orado Bidik Emas di Kejurnas Bogor, Fajar Hasan: Kado Terbaik untuk HUT Sultra ke-62

Ketgam: Manager Atlet Orado Sultra Muhamad Fajar Hasan (ketiga dari kiri), Ketua Orado Sultra Hajarudin (kedua dari kiri), saat berpose bersama atlet dan official dalam rangka mengikuti Kejurnas Domino di Bogor, yang berlangsung 24-27 April 2026.

PIKIRANLOKAL.COM, BOGOR – Tim Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Sulawesi Tenggara (Sultra) tampil dengan ambisi besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) I yang digelar di Bogor, 25–27 April 2026. Ajang ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersembahkan medali emas peringatan HUT ke-62 Sultra.

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Tb. Lukman Djajadikusuma, mewakili Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Sabtu (25/4).

Manager Atlet Orado Sultra, Muhamad Fajar Hasan, menegaskan kesiapan timnya untuk bersaing di level nasional. Ia menyebut, target emas menjadi harga mati sebagai bentuk kado bagi daerah.

“Ini bukan sekadar kejuaraan biasa. Kami datang dengan persiapan matang dan tekad kuat. Bertepatan dengan HUT Sultra, kami ingin mempersembahkan kado terbaik medali emas,” kata Fajar Hasan kepada Pikiran Lokal, Sabtu (25/4).

Para peserta Kejurnas Domino saat mengikuti pembukaan, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan, Kejurnas ini menjadi bagian penting dalam mendorong domino naik kelas sebagai olahraga prestasi.

“Di Orado ini bukan turnamen, tetapi kejuaraan resmi. Kita sedang membangun atlet profesional. Tagline-nya jelas, Domino Naik Kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Orado Sultra, Hajarudin, juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang timnya. Ia menilai para atlet Sultra memiliki kemampuan yang tidak kalah dari daerah lain.

“Kami sangat optimistis. Atlet-atlet Sultra sudah melalui proses seleksi dan pembinaan yang baik. Mereka siap bertarung dan memberikan hasil terbaik untuk daerah,” kata Hajarudin.

Ia juga menekankan bahwa Kejurnas ini menjadi ajang pembuktian bahwa domino bukan sekadar permainan santai, melainkan olahraga yang membutuhkan strategi, ketelitian, dan mental bertanding.

“Orado sekarang sudah menjadi olahraga resmi yang dibina Komite Olahraga Nasional Indonesia. Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa domino bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

Kejurnas Orado I ini memperebutkan total hadiah mencapai Rp1 miliar dan diikuti berbagai provinsi di Indonesia. Pertandingan berlangsung hingga Senin (27/4).

Peserta Kejurnas Domino antusias mengikuti jalannya pembukaan kegiatan yang dihadiri langsung Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Tb. Lukman Djajadikusuma, mewakili Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman

Dalam perkembangannya, olahraga domino atau Orado telah bertransformasi menjadi cabang olahraga yang terstruktur dan kompetitif. Dengan sistem pertandingan resmi, aturan baku, serta pembinaan berjenjang, domino kini masuk dalam ekosistem olahraga prestasi nasional.

Permainan ini tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga strategi, kecermatan membaca peluang, serta kerja sama tim. Karena itu, Orado dinilai layak bersanding dengan cabang olahraga lainnya di bawah naungan KONI.

Bagi Sultra, Kejurnas ini menjadi panggung penting. Fajar Hasan pun kembali menegaskan target timnya.

“Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tapi untuk menang. Insyaallah, emas untuk Sultra,” pungkasnya.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!