Jejak Perjuangan Iksan: Saat Jagung Lainea Dihargai dan Petani Tersenyum

Konawe Selatan—Akan tiba suatu masa, ketika kisah ini tak lagi sekadar berita, tapi menjadi kenangan yang diceritakan dari mulut ke mulut, dari lumbung ke lumbung, dan dari ladang ke ladang. Sebuah perjuangan tentang pemuda bernama Iksan, Ketua Pemuda Tani Konawe Selatan, yang dengan langkah tenang namun bersuara nyaring, pernah melawan sunyi demi jagung petani.

Kala itu, sebelum mentari Mei sempurna bersinar, Iksan berjalan dari dusun-dusun di Lainea menuju Kanwil Bulog Kendari. Ia tak membawa proposal tebal, tak pula janji kosong. Ia membawa satu hal yang paling tulus—jeritan petani, yang letih menjual jagung dengan harga yang tak lagi masuk akal.

Ketua Pemuda Tani Konsel Iksan (Kiri) bersama Pimpinan Pemuda Tani Sulawesi Tenggara saat melobi Kanwil Bulog Kendari membeli jagung petani Kec. Lainea

Dengan suara yang lahir dari ladang, Iksan melobi. Ia tak berteriak, namun kata-katanya menggetarkan. Ia berbicara tentang panen yang menumpuk tanpa pembeli, tentang petani yang terus menanam meski tak tahu kepada siapa akan menjual. Ia menyampaikan bahwa negara tidak boleh diam.

Dan sejarah pun mencatatnya.

Pada tanggal 23 Mei 2025 yang lalu, Bulog Kendari akhirnya datang. Truk-truk besar memasuki Kecamatan Lainea, membawa janji yang pernah diucapkan Iksan. Jagung-jagung yang dulu nyaris membusuk kini diangkut dengan penuh kehormatan. Bukan lagi hanya komoditas, tapi simbol perjuangan.

Suasana distribusi pengangkutan jagung petani Kec. Lainea ke truk-truk Kanwil Bulog Kendari

Suara mesin truk beradu dengan tawa petani yang mengalir begitu saja. Tak ada pidato megah, tak ada panggung gemerlap. Hanya ada rasa lega dan bahagia—karena hasil kerja mereka dihargai, dan karena seseorang telah berjuang untuk itu.

Iksan, dengan jaket kusam dan sepatu penuh debu, hanya berdiri di pinggir jalan. Ia tak menepuk dada, tak mengklaim kemenangan. Tapi bagi petani Lainea, dialah jembatan harapan itu.

“Dia bukan sekadar Ketua Pemuda Tani,” kelak salah satu petani akan berkata, “dia adalah anak kampung yang membawa suara kami ke meja para pengambil kebijakan.”

Ketua Pemuda Tani Konsel Iksan (Ketiga dari kiri) saat bersama petani jagung Kec. Lainea

Kini, setiap jagung yang tumbuh di Lainea akan membawa kisah tentang perjuangan. Tentang seorang Iksan yang memilih berjalan melawan sunyi, agar petani tidak lagi dihina oleh harga.

Dan 23 Mei 2025 akan selalu dikenang sebagai hari ketika negara datang ke ladang, dan petani Lainea kembali percaya, bahwa jerih payah mereka tak akan sia-sia selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!