PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Sore menjelang senja, langit Kota Kendari mulai berubah jingga. Di tengah debu pembangunan dan gelegar alat berat yang tak kenal lelah, tampak sosok rendah hati dan bersahaja, berdiri tegak di ruas jalan Brigjen Katamso. Dialah Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sulawesi Tenggara, yang turun langsung meninjau progres pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer itu, Rabu (16/7/2025).
Ruas Katamso bukan sekadar bentangan jalan biasa. Ia adalah urat nadi yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe Selatan dan Bombana. Dahulu, jalan ini dikenal karena kerusakannya yang parah, retak, berlubang, dan mengancam keselamatan pengendara. Kini, perlahan jalan itu disulap menjadi jalur harapan oleh tangan-tangan pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kami hadir di sini sore ini untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan standar. Ini adalah arahan langsung dari Bapak Gubernur Sultra, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka,” ujar Dr. Pahri, sembari menyusuri sisi jalan yang baru diaspal.
Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp7,2 miliar. Namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar angka. Di balik pengerjaan itu, tersembunyi semangat besar untuk mewujudkan visi besar gubernur dan wakil gubernur yaitu menyatukan wilayah, memperkuat konektivitas, dan membawa kesejahteraan yang merata.
“Kontraktor wajib bekerja sesuai standar teknis. Kami tidak sedang membangun jalan sembarangan. Jalan ini adalah konektivitas ekonomi masyarakat yang lebih baik,” tegas Dr. Pahri, dengan nada yang tak bisa ditawar.
Jalan Katamso melintasi Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga. Sebuah wilayah yang semakin tumbuh bersama geliat kota. Setiap sentimeter jalan yang dibenahi adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menjadi bukti bahwa visi besar pemimpin daerah bukan sekadar janji, melainkan hadir dalam bentuk nyata. Aspal yang mulus, lalu lintas yang lancar, dan ekonomi lokal yang bergairah.
Di bawah cahaya matahari sore yang meredup, Jalan Katamso perlahan menjadi saksi bisu, dari kerja keras yang tak terlihat. Dari balik helm pekerja dan peta teknis, dari langkah teduh Pahri Yamsul yang tak letih memantau, lahirlah harapan baru bagi masyarakat Sultra.
Jalan Katamso bukan hanya penghubung antarwilayah. Ia adalah penghubung antara kebijakan dan kenyataan, antara janji pembangunan dan langkah mewujudkannya. Di tengah semua itu, langkah Dr. Pahri menjadi penanda bahwa Sultra sedang bergerak. Bukan hanya membangun jalan, tetapi, juga merajut harapan. (ali).