PJS Tanam Mangrove, Perkuat Komitmen Jaga Pesisir Panambea Barata

PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE SELATAN-Komitmen PT Panambea Jaya Shipyard (PJS) terhadap pelestarian lingkungan kembali ditegaskan. Kamis (11/12/2025) pagi, perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Desa Panambea Barata, Kabupaten Konawe Selatan, itu menggelar kegiatan penanaman bibit pohon mangrove sebagai bagian dari upaya konservasi kawasan pesisir pantai dan hutan mangrove di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan lingkungan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Turut hadir jajaran perwakilan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Lapuko, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kendari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Daerah Konawe Selatan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi lintas instansi ini menjadi penanda bahwa upaya pelestarian pesisir tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak.

Penanaman mangrove dipusatkan di area pesisir Desa Panambea Barata yang dinilai memiliki fungsi strategis sebagai penyangga ekosistem laut sekaligus pelindung daratan dari abrasi.

Sejumlah bibit mangrove ditanam secara simbolis oleh perwakilan instansi dan manajemen PT PJS, kemudian dilanjutkan dengan penanaman massal di sepanjang garis pantai yang telah ditentukan.

Ketgam: Jajaran PT PJS bersama warga gotong royong melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai Panambea Barata

Legal Law PT Panambea Jaya Shipyard, Moon Elviansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan industri harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan alam, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap kerusakan lingkungan.

“PT PJS menyadari bahwa aktivitas industri galangan kapal bersentuhan langsung dengan kawasan pesisir. Karena itu, menjaga kelestarian mangrove bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga komitmen moral perusahaan untuk memastikan lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujar Moon di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, ekosistem mangrove memiliki peran vital, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang laut, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Dengan penanaman mangrove ini, PT PJS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung program konservasi pemerintah.

“Kami berharap mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, nelayan, serta ekosistem laut. Ke depan, kegiatan serupa akan terus kami lakukan secara berkesinambungan,” tambahnya.

Ketgam: Jajaran PT PJS saat berpose bersama usai menggelar penanaman mangrove di pesisir pantai Desa Panambea Barata.


Perwakilan instansi yang hadir menyambut baik inisiatif PT PJS tersebut. Mereka menilai keterlibatan dunia usaha dalam konservasi lingkungan pesisir merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan ekosistem mangrove di Sulawesi Tenggara, yang selama ini menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan tekanan aktivitas manusia.

Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. PT PJS bersama instansi terkait mendorong warga desa untuk ikut menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Dengan kegiatan ini, PT Panambea Jaya Shipyard menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pelaku industri maritim, tetapi juga mitra pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Upaya konservasi mangrove di Panambea Barata diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara industri dan pelestarian alam di Konawe Selatan.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!