PT PJS Garap Kapal SPOB 500 KL, Jadi Model Industri Perkapalan Sultra

PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE SELATAN-Di bawah langit cerah Panambea, Konawe Selatan, suara mesin gerinda dan percikan api pengelasan memecah pagi, Kamis (27/11/2025). Di tanah yang dulu hanya dikenal sebagai kawasan pesisir tenang, kini berdiri sebuah galangan kapal. PT Panambea Jaya Shipyard (PT PJS). Hari itu, PT PJS tidak sekadar mengelas baja. Mereka sedang mengikat harapan baru bagi masa depan industri maritim Sulawesi Tenggara.

Ceremony keel laying, peletakan lunas yang selalu menjadi babak pertama dari lahirnya sebuah kapal digelar dengan khidmat. Kapal berkapasitas 500 kilo liter pesanan PT Keira Oceana Shipping (PT KOS) resmi memasuki fase pembangunan. Peletakan Lunas kapal, merupakan salah satu dari empat momen penting dalam siklus hidup kapal dan sering dirayakan dengan upacara khusus yang menandai “hari kelahiran” kapal tersebut, diiringi dengan prosesi pengelasan simbolis.

Yang mendapat kesempatan pertama memantik percikan api adalah Mr. Yoel, Penanggung Jawab PT KOS, sebagai pemilik proyek. Setelah itu, giliran Ilham Syahrir dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menempelkan elektroda, memastikan bahwa standar klasifikasi diterapkan sejak detik pertama kapal ini lahir. Prosesi ditutup oleh Erwin Marine Inspector dari Syahbandar Lapuko, yang menandai bahwa pemerintah hadir memberikan legitimasi sekaligus restu pada proyek ini.

Setelah pengelasan usai, tepuk tangan hadirin menggema. Tidak ada musik orkestra, tapi suara pelat baja yang beradu terasa lebih bermakna. Sebuah kapal resmi lahir meski masih dalam bentuk rangka awal dan dari tempat yang diprediksi akan memajukan industri perkapalan Indonesia.

General Manager PT PJS, Syamsudin, tampil dengan ekspresi optimistis. Ia tahu bahwa proyek ini bukan sekadar kontrak bisnis. Ini adalah pembuktian bahwa galangan lokal bisa berdiri sejajar dengan deretan nama besar di Cilegon hingga Batam.

“Kami sudah membangun ratusan kapal selama ini. Pengalaman kami tersebar di Kendari, Cilegon, Batam, dan kota-kota lain tempat cabang PJS beroperasi. Kapal 500 KL ini bukan yang pertama, dan bukan pula yang terakhir,” katanya.

Namun, bagi Samsudin, proyek ini memiliki nilai emosional tersendiri. Ini adalah satu dari sedikit kapal besar yang dibangun penuh di Sulawesi Tenggara, sebuah tonggak yang bisa mengubah peta industri maritim kawasan timur.

Sementara itu, Manager Komersial PT Panambea Jaya Shipyard (PJS), Meida Perwira Antartika, menegaskan bahwa momentum peletakan lunas atau keel laying kapal pesanan PT Keira Oceana Shipping (KOS) menjadi bukti keseriusan industri galangan nasional ikut mendorong geliat maritim Tanah Air.

“Kami berkomitmen menuntaskan pembangunan kapal 500 kilo liter ini sesuai target waktu dan standar keselamatan yang disepakati bersama owner. Kepercayaan dari PT KOS adalah kehormatan bagi PJS, dan kami ingin kapal ini menjadi contoh mutu pekerjaan galangan daerah yang bisa bersaing,” ujarnya.

Legal PJS: Prosesnya Harus Bersih, Dokumennya Harus Lengkap

Dalam pembangunan kapal, durasi pengerjaan mungkin fleksibel. Tetapi soal legalitas dan prosedur, semuanya harus tanpa cela. Di sinilah peran Moon Elviansyah, Legal Law PT PJS.

“PJS selalu bekerja mengikuti regulasi maritim, klasifikasi, dan standar keselamatan. Setiap tahap pembangunan kami kawal agar sesuai aturan. Kapal boleh besar atau kecil, tapi kepatuhannya tidak boleh setengah-setengah,” tegas Moon.

Dari sisi teknis dan klasifikasi, suara paling ditunggu datang dari Ilham Syahrir, perwakilan BKI. Ia bukan hanya bicara soal spesifikasi atau sertifikasi, namun lebih jauh tentang jati diri kapal yang lahir dari Sultra.

“Sultra punya potensi besar. Galangan seperti PJS bisa berkembang menjadi model pembangunan kapal di kawasan timur. Harapan kami, semakin banyak kapal yang dibangun di sini nantinya menggunakan register Kendari. Itu penting agar identitas maritim daerah semakin kuat,” ujarnya.

Ilham menyebut Batam, Samarinda, dan Bitung sebagai contoh daerah yang level industri perkapalannya tumbuh pesat setelah memiliki dominasi kapal ber-register lokal. Menurutnya, Sultra memiliki peluang serupa, dengan syarat konsisten membangun kapal berstandar nasional maupun internasional.

Syahbandar Lapuko: PJS Harus Jadi Kekuatan Baru Sultra

Dari unsur pemerintah, Erwin Marinir Inspectur tidak ragu menyebut bahwa galangan kapal di Lapuko ini memiliki nilai strategis.

“Kami sangat mendukung pembangunan kapal oleh PT PJS. Semoga perusahaan ini makin maju dan menjadi kekuatan baru industri perkapalan Sulra,” tegasnya.

Bagi Syahbandar, kemajuan galangan bukan hanya bicara produksi kapal. Tapi juga soal efek domino berupa tumbuhnya tenaga kerja, aktivitas logistik, sampai reputasi maritim daerah.

Sebagai pihak pemesan kapal, Mr. Yoel Paerunan dari PT KOS menyebut keputusan memilih PJS bukan sesuatu yang diambil secara tiba-tiba.

“Kami titipkan pengerjaan kapal ini kepada PJS karena mereka sudah terbukti memberikan kualitas terbaik. Kami yakin kapal ini akan selesai sesuai waktu dan standar yang kami butuhkan,” katanya.

PT KOS menilai PT PJS punya kemampuan teknis yang memadai untuk pengerjaan kapal tanker  500 KL ini, termasuk tahapan lanjutan seperti outfitting, instalasi sistem, hingga serangkaian uji coba sebelum delivery.

Harapan Baru Galangan Sultra

Peletakan lunas kali ini bukan sekadar simbol. Ia adalah sinyal bahwa Sulawesi Tenggara tidak lagi hanya menjadi pengguna kapal dari luar daerah, tetapi juga mampu menjadi produsen. Industri galangan kapal yang dulu terpusat di Jawa dan Batam kini semakin mendapatkan pemerataan di kawasan timur Indonesia.

PT PJS, dengan proyek ini, pelan-pelan menegaskan diri sebagai pemain baru yang mulai diperhitungkan. Ada harapan bahwa suatu hari, sebuah kapal besar yang melintasi laut Nusantara akan membawa nama Built in Kendari atau Register Kendari dan ketika orang menanyakannya, jawabannya adalah: “Itu dibuat di Lapuko.”

Dengan dimulainya pembangunan kapal SPOB 500 KL ini, Sultra bergerak ke fase berikutnya dalam peta industri pelayaran nasional. Fase ketika galangan lokal bukan lagi pelengkap, tapi menjadi pusat pertumbuhan baru bagi maritim Indonesia masa depan.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!