Konawe Utara Unggul di Partisipasi Pemuda, Kemenpora Turun Tangan Perkuat Program

Ketgam: Perwakilan Kemenpora RI Esa Sukmawijaya (enam dari kiri) bersama Kepala Bapperida Konawe Utara Ir. Laode Muhaimin, ST., M.PW (ketiga dari kanan), berpose bersama jajaran Pemprov Sultra, Pemkot Kendari, dan Pemkab Konawe Utara usai pembukaan Bimtek Kepemudaan di Aula Bappeda Sulawesi Tenggara, Jumat (14/11/2025).

PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI– Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kebijakan Pelayanan Kepemudaan di Aula Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (14/11/2025). Dua daerah, Kabupaten Konawe Utara dan Kota Kendari, ditetapkan sebagai lokus penguatan pembangunan kepemudaan karena dinilai memiliki komitmen kuat menjadikan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai indikator utama arah pembangunan daerah.

Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora RI, Esa Sukmawijaya, menyebut sinergi dengan Konut dan Kendari fokus pada lima domain IPP: pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, partisipasi, dan gender. Intervensi program juga diarahkan pada pencegahan narkoba, peningkatan kepemimpinan pemuda, hingga penguatan kesehatan dan kesejahteraan pemuda.

Tak hanya itu, program Youth Edulife Skill (YES) dan Pelatihan Keluarga Muda Berdaya turut menjadi strategi peningkatan kualitas hidup generasi muda. “Konawe Utara dan Kendari menunjukkan keseriusan menjadikan IPP bukan sekadar angka, tapi kompas pembangunan pemuda 5 hingga 10 tahun mendatang,” ujar Esa.

Kehadiran Lintas Sektor, Komitmen Heksaheliks

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Sultra, Pemkot Kendari, Pemkab Konut, instansi vertikal, akademisi, dan komunitas kepemudaan. Hadir OPD lintas sektor mulai Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Bappeda, Dinas Pendidikan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Sosial, Kominfotik, hingga Dinas Koperasi dan UMKM. Kehadiran BPS Sultra menegaskan pentingnya data dalam merumuskan arah kebijakan IPP.

Dari unsur akademisi, tampak Dekan FISIP UHO bersama organisasi kepemudaan seperti Pepelingasih, PCMI, PPMI, PPI, GenRe, Forum Kewirausahaan Pemuda, serta JMSI. Kolaborasi heksaheliks ini menjadi modal penting mempercepat pembangunan kepemudaan di Sultra, khususnya Kendari dan Konut sebagai daerah lokus.

Konawe Utara Menonjol dalam Partisipasi Pemuda

Data IPP 2024 menunjukkan capaian signifikan Kabupaten Konawe Utara pada indikator Partisipasi dan Kepemimpinan Pemuda. Konut mencatat skor 55,37—melampaui rata-rata Provinsi Sultra (36,15) dan nasional (45,87). Angka ini mencerminkan kuatnya kultur partisipatif pemuda Konut dalam organisasi, kegiatan sosial, forum publik, hingga aktivitas komunitas.

Pemuda Konut dinilai telah beranjak dari sekadar objek pembangunan menjadi subjek yang aktif berkontribusi. IPP agregat Konut yang berada di angka 56,23 juga menunjukkan capaian indikator yang relatif stabil dari tahun ke tahun, menandakan fondasi pembinaan pemuda yang konsisten diperkuat.

Pemda Konut Tegaskan Komitmen IPP Sebagai Prioritas

Kepala Bapperida Konawe Utara, Ir. Laode Muhaimin, ST., M.PW, kembali menegaskan bahwa peningkatan IPP merupakan prioritas strategis daerah. Ia menilai IPP bukan hanya laporan angka, tetapi proyeksi masa depan generasi muda.

“Ketika IPP kita meningkat, itu berarti kita sedang menyiapkan pemuda yang lebih sehat, lebih terdidik, lebih berdaya, dan lebih mampu berperan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Muhaimin menekankan bahwa percepatan IPP tidak dapat ditangani satu OPD saja, tetapi harus menjadi gerakan lintas sektor, melibatkan pemerintah, pendidikan, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui Bimtek ini, Pemda Konut menyiapkan langkah kolaboratif untuk memastikan program kepemudaan berjalan efektif dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: melahirkan generasi muda Konut yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!