PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Ruang aula Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulawesi Tenggara, Kamis siang, 11 September 2025, dipenuhi derap langkah para atlet muda. Sebanyak 48 atlet dari delapan cabang olahraga bela diri resmi masuk masa pemusatan latihan atau training center (TC) menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Mereka berasal dari pencak silat, sambo, tarung derajat, taekwondo, karate, kempo, gulat, dan wushu.
Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar, membuka TC yang akan berlangsung sebulan penuh, hingga 11 Oktober 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan pemusatan latihan ini bukan sekadar rutinitas menjelang PON.
“Training Center ini kami siapkan dengan fasilitas lengkap agar atlet benar-benar fokus pada latihan. Selama seminggu ke depan masih ada proses seleksi untuk memastikan hanya atlet berkualitas yang masuk dalam tim inti,” kata Andi.
Ia menekankan disiplin, kesiapan fisik, dan ketangguhan mental sebagai kunci. “Harapan kami, Sultra memiliki atlet yang siap menghadapi event besar seperti PON,” ujar Andi.
Bagi para atlet, TC ini menjadi tahap penentu. Mereka bukan hanya diuji keterampilan teknik, tapi juga daya tahan menghadapi rutinitas latihan ketat setiap hari. Di balik peluh dan tekanan, tersimpan asa: Sulawesi Tenggara bisa menancapkan prestasi lebih tinggi di kancah nasional lewat cabang bela diri.(ali).