Tonggak Pendidikan di Pulau Boedingi Konawe Utara

Foto: Peletakan batu pertama oleh Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, di lokasi pembangunan sekolah dasar. Momentum yang disebutnya sebagai ikhtiar membangun masa depan pendidikan di Lasolo Kepulauan.

-Bupati Konawe Utara Letakkan Batu Pertama Pembangunan SDN 3 Lasolo Kepulauan

PIKIRANLOKAL.COM, KONAWE UTARA-Deru mesin perahu bercampur suara riuh warga Desa Boedingi, Lasolo Kepulauan, Jumat siang, 1 Agustus 2025. Di bibir pantai, Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., menenteng sebuah batu. Batu itu lalu diletakkannya di tanah lapang, tanda dimulainya pembangunan gedung baru Sekolah Dasar Negeri 3 Lasolo Kepulauan.

Acara itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya ada harapan besar. Membuka pintu pendidikan seluas-luasnya untuk anak-anak kepulauan.

“Kita ingin anak-anak di pulau punya kesempatan yang sama seperti mereka yang di daratan,” kata Ikbar.

Di barisan depan hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut Asmadin, Camat Lasolo Kepulauan, Direktur PT. Daka Group Ir. Kadir, S.T., M.M., Kepala desa setempat, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Kehadiran perusahaan swasta, PT. Daka Group dan PT. Paramitha, menandai pola baru pembangunan, gotong-royong antara pemerintah dan dunia usaha.

Pembangunan SDN 3 ini adalah relokasi. Gedung lama sudah tak layak, atap bocor, lantai keropos, dan dinding kusam dimakan garam laut. Di ruang kelas yang sempit, anak-anak belajar sambil sesekali menahan panas terik.

“Pendidikan adalah fondasi utama membangun sumber daya manusia unggul,” ujar Ikbar.

Ia berharap sekolah baru bisa menekan angka putus sekolah, sekaligus mencetak generasi yang berdaya saing.

Pada acara itu, PT. Daka Group menyerahkan bantuan seragam sekolah secara simbolis. Seragam baru itu disambut sorak gembira anak-anak. “Semoga mereka lebih semangat belajar,” kata Kadir.

Di penghujung acara, Kepala Dinas Pendidikan Asmadin dan Camat Lasolo Kepulauan menandatangani berita acara hibah tanah yang disaksikan langsung oleh Bupati. Prosesi ini mengunci komitmen pembangunan pendidikan berkelanjutan.

Ikbar menutup pidatonya dengan nada optimis. “Insya Allah, ini bukan hanya soal gedung, tapi soal masa depan. Dan masa depan itu harus kita bangun mulai dari hari ini,” tutup Ikbar.

Boedingi hari itu menjadi saksi, bagaimana seonggok batu yang diletakkan di tanah bisa menjadi pondasi mimpi besar sebuah pulau, pemerataan pendidikan.(ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
error: Content is protected !!