PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Di tengah lalu lintas Kota Kendari yang kerap padat, deru mesin alat berat menggema di Jalan Made Sabara, tepat di depan Warkop Haji Anto, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Tak sekadar riuh kendaraan, jalan yang selama ini menjadi denyut nadi kawasan itu, kini memasuki babak baru.
Dibedah, dikeraskan, dan disiapkan untuk diaspal. Ini bukan proyek tambal sulam, melainkan bagian dari ikhtiar besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membenahi infrastruktur.
Senin, 21 Juli 2025, tim Pikiran Lokal memantau langsung geliat pekerjaan di lokasi. Sejumlah alat berat tampak sibuk meratakan permukaan tanah, sebagai tahap awal pengerasan badan jalan.
Proyek ini merupakan bagian dari program strategis Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipimpin oleh Dr. Pahri Yamsul. Di balik kerja teknis itu, tersimpan visi besar Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan wakilnya Hugua. Menjadikan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi dan konektivitas daerah.
“Jalan Made Sabara ini bagian penting dari jantung Kota Kendari. Dengan perbaikan ini, kami ingin menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, stabilisasi ekonomi, dan kenyamanan pengguna jalan. Ini bukan semata proyek fisik, tapi amanah dari Pak Gubernur,” ujar Pahri kepada Pikiran Lokal.

Proyek ini mencakup perbaikan ruas jalan sepanjang 750 meter dengan anggaran senilai Rp2,6 miliar, bersumber dari APBD Sultra tahun 2025.
Penanggung jawab proyek, Adi Priyanto, menyebut masa kontrak pengerjaan selama 120 hari kalender, dimulai sejak 30 Juni 2025.
Material yang digunakan pun bukan sembarangan. Jenis aspal AC-BC (Asphalt Concrete – Base Course) berbahan Aspal Buton Butir akan menjadi lapisan utama permukaan jalan.
“Aspal buton yang digunakan memiliki kadar 6 persen, cukup kuat dan tahan lama untuk iklim dan beban kendaraan di kota ini,” jelas Adi.
Program ini tak berdiri sendiri. Ia adalah satu dari sekian mata rantai dalam upaya menyulap wajah jalanan Sulawesi Tenggara agar lebih tertib dan tangguh. Di bawah kepemimpinan Pahri Yamsul, Dinas SDA dan Bina Marga tampak tancap gas. Jalan-jalan rusak tak lagi dibiarkan menjadi lubang-lubang kesabaran.
Dalam beberapa bulan ke depan, bila cuaca dan waktu berpihak, warga Kendari bisa menikmati akses jalan yang lebih layak di pusat kota. Di sela-sela geliat pembangunan itu, terselip satu pesan. Infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, tapi cerminan niat baik pemerintahan Gubernur Andi Sumangerukka yang berpihak pada rakyat.(ali).