PIKIRANLOKAL.COM, MUNA-Sabtu siang yang hangat di Puncak Wakila, Desa Kondongia, menjadi saksi bisu, awal pertemuan yang akan mengubah peta ekonomi Kabupaten Muna. Di Aula Kafe Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Muna menjamu kedatangan investor dari PT Hasta Krida Mega Buana (HKMB) Project Investment Group, 19 Juli 2025. Perusahaan investasi yang berbasis di Batam dan Singapura, dengan rentang bisnis dari pengembangan aset dan properti hingga industri berkelanjutan.
Pertemuan itu tak sekadar silaturahmi biasa. Di tengah ruang fiskal yang kian menyempit dan semangat efisiensi anggaran yang terus digaungkan, Bupati Muna, LM. Bachrun, tampak memanfaatkan momentum dengan cermat. Sektor strategis menjadi titik tumpu, dan para tamu dari luar daerah tampaknya menangkap sinyal itu.
Mereka bukan tamu sembarangan. Yosep Setiawan dan Mr. Dong Heui Bak, didampingi Direktur Teknis dan Investasi PT HKMB, Rahmat Muallim, mengaku tertarik dengan arah pembangunan ekonomi Muna yang mulai menunjukkan karakter kuat, industrialisasi berbasis lokal melalui konsep Jagung, Ternak, dan Ikan, atau yang oleh Pemda Muna disebut JATI.
“Ini sangat menarik. Perekonomian yang dikembangkan dengan fokus seperti ini tentu harus dibarengi dukungan moda transportasi laut. Kami sudah siapkan unitnya. Bila Pemda siap, kami bisa langsung kirim. Tapi semua tentu harus berdasarkan regulasi,” ujar Yosep Setiawan.

Model investasi yang ditawarkan PT HKMB mencakup penyediaan alat transportasi laut sebagai infrastruktur awal penunjang logistik JATI. Tak hanya itu, mereka membuka ruang lebih luas. Kerja sama di sektor energi, ketahanan pangan, dan pengembangan kota baru di masa depan.
Bupati Muna Bachrun, yang mendampingi langsung diskusi sejak awal, menyambut antusias peluang yang datang.
“Kami menyadari potensi daerah ini besar, tapi keterbatasan fiskal membuat kami harus berpikir kreatif. Investor seperti mereka ini bisa menjadi katalisator. Soal teknis, model kerja sama, operasional, dan distribusi keuntungan, semua akan kami pelajari dengan cermat,” ujar Bachrun.
Pertemuan itu berlangsung tanpa gegap gempita. Tidak ada seremoni simbolik, tidak ada pemotongan pita. Tapi ada yang lebih penting dari itu yakni iktikad untuk membuka lembaran baru pembangunan berbasis investasi sehat.
Pemerintah daerah tampaknya sadar, pembangunan tak bisa terus bertumpu pada anggaran rutin belaka. Mereka butuh mitra yang bisa bekerja dalam irama yang sama, dan PT HKMB mungkin adalah satu nadanya.
Langkah awal sudah diambil. Kini, bola ada di tangan Pemerintah Kabupaten Muna, untuk mengawal proses, merancang kerangka kerja sama yang adil. Dan memastikan bahwa industrialisasi JATI tak hanya menjadi jargon. Tapi kenyataan yang bisa dirasakan petani jagung, peternak sapi, dan nelayan ikan di tanah kelahiran mereka sendiri.(ali).