PIKIRANLOKAL.COM, KENDARI-Mentari menyapa lembut pagi di tanah Sulawesi Tenggara. Genderang adat telah ditabuh di salah satu hotel ternama di Kota Kendari. Di sana, bukan sekadar pelantikan berlangsung, melainkan babak baru sejarah ditulis dalam bingkai adat dan harapan.
Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan, dan para tokoh berkumpul dalam naungan nilai-nilai warisan leluhur, Sabtu (12/7/2025) kemarin.
Dari jauh, dari jantung Ibu Kota, hadir salam yang tak berbunyi namun penuh makna. Sebuah papan bunga, berdiri anggun di antara keramaian karangan lainnya, mengusung pesan tulus dari seorang tokoh nasional, Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si—seorang cendekiawan, negarawan, dan penjaga nalar publik.
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si, mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya pelantikan DPP LAT, serta berharap kepemimpinan Lukman Abunawas sebagai Ketua DPP LAT dapat membawa keberkahan dan kemuliaan bagi masyarakat Tolaki.
“LAT adalah mahkota peradaban lokal. Saya percaya, di tangan Bapak Lukman Abunawas, lembaga ini akan semakin kokoh sebagai benteng budaya dan jati diri bangsa,” kata Ngabalin kepada Pikiran Lokal, Minggu (13/7/2025).

Namun tak hanya itu, dalam napas pesan yang dibawanya, Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si, juga menyelipkan amanah dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Andi Amran Sulaiman. Sebuah salam hangat dan penghormatan dari Mentan RI Andi Amran Sulaiman kepada tokoh-tokoh adat di Bumi Anoa.
“Menteri Pertanian RI menitipkan salam hangat untuk seluruh jajaran DPP LAT. Kami percaya kekuatan adat, budaya, dan pertanian adalah satu simpul kuat dalam membangun negeri dari pinggiran, dari desa, dari akar,” demikian pesan yang dikirim Ngabalin atas nama Menteri Amran.
Pelantikan ini bukan hanya seremoni. Ia adalah pertemuan antara masa lalu, kini, dan masa depan. Di tengah lantunan doa adat dan gegap gempita budaya Tolaki, tersirat harapan agar LAT tetap menjadi cahaya yang tak padam dalam pusaran zaman.
Dan di tengah bunga yang terdiam itu, Prof. Ngabalin telah menitipkan bukan sekadar ucapan, tapi juga cinta pada negeri, rasa pada tanah leluhur, dan penghormatan kepada adat yang menyatukan.
Bunga itu mekar bukan karena tangkai dan kelopak, tapi karena makna. Karena ia membawa salam dari Jakarta untuk Kendari. Dari negara, untuk budaya. (ali).
Assalamu’alaikum wrwb..
Kepd seluruh teman, sahabat alumni Smansa ’81 bhw dengan ada pengakuan secara nasional DPP LAT yg di motori bkp H Lukman Abu nawas, kiranya sdh saatnya kt galakkan peningkatan hasil pertanian agar tercipta swasembada pangan nasional, krn khususnya di kabupaten konawe yg punya potensi lahan yg cukup luas dan di topan dgn 2 bendungan besar ameroro dan di dukung pula bendungan dr kabupaten koltim.
Sy selaku anak rantau yg dr sulsel, merasa terpanggil utk menjalin kerjasama yg harmonis demi terciptanya kekuatan ekonomi yg handal di masa yg akan datang…
Terima kasih… ☝🙏
masya Allah.sehat terus bang dan bermanfaat untuk orang banyak.😇🙏